Kisah sebuah keluarga yang terpojok

Kisah sebuah keluarga yang terpojok

Pada suatu hari datanglah hari yang dimana konflik telah terjadi di sepanjang daerah yang ada di tempat itu. Ada dua orang anak yang lagi memburu burung atau bisa kita bilang lagi mengenapel burung yang ada di dalam hutan terdiri dari beberapa pohon bambu yang kumuh berada dekat dengan tepi sungai.

Kami berdua merasakan heran kenapa kera pada lari kearah kami, sebenarnya kera itu takut sama kami karena kami membawa ketapel untuk memburu dia salah satunya. Setelah beberapa menit kemudia muncul dari semak-semak tersebut dan membuat kami sangat kaget di karenakan ada orang yang memakai baju loreng yang sedang memburu manusia lainnya.

Sekalinya mereka adalah tentara yang sedang mencari orang GAM mungkin kalian pernah dengar dengan gelar tersebut. Kami ditahan dan di introgasi oleh salah satu dari mereka bertanya? “ngapain kalian di hutan” jawab kami “lagi memburu burung” mereka bertanyak lagi? “kalian ada melihat orang GAM” jawab kami “tidak”. Mereka terus memaksa kami untuk mengatakannya. Dengan ancaman yang terus menerus mereka lontarkan kepada kami, tetap saja kami menjawab tidak tahu.

Sebenarnya ada orang GAM yang tingal di dalam hutan di belakang ramah kami beberapa hari yang lalu, tapi mereka tahu kehadiran tentara makanya mereka pindah tidak tahu kemana mereka pergi.

Akhirnya kami disuru pergi oleh tentara itu dan berteriak “dengan suara yang keras mereka mengatakan lari, lari” dikarenakan kami pernah mendengar cerita dari orang sekitar. Apabila ditahan oleh tentara dan kita disuru lari maka jagan lari, kalau seandainya kami lari otomatis kami akan di tembak oleh mereka.

Dalam beberapa menit kemudia kami pulang dan tidak lama dari itu datanglah tentara kerumah kami dia mengatakan kamu pembohong karena apa? Karena dia ada melihat jejak orang GAM yang pernah tingal di belakang rumah kami.

Rumah kami di geledah dan mereka juga memaksa orang tua kami tuk mengatakan yang sebenarnya terjadi di belakang rumah kami, karena orang tua kami pernah mendengarkan cerita tentang kalau orang yang mengatakan sesuatu tentang orang GAM maka dua akan di bunuh oleh salah satu dari merekan baik orang GAM  maupun tentara.

Disore harinya sekitar jam 6 disaat itu tidak ada kami dirumah mungkin mereka tahu kondisi disaat lagi sepi, mereka menodong senjata api di belakang mamak kami dan di bawa kehutan untuk menceritakan semua tentang kejadian itu.

Tapi mamak kami tidak menceritakan tentang itu mamak kami mengalihakan pembicaraan dan tidak mengatakan hal yang sebenarnya, mereka mengancam ingin membakar rumah kami, karena ada ancaman seperti itu orang tua kami mengambil jalan yang tepat yaitu hitjrah kerumah saudara sekitar 200-250 meter jauhnya dari rumah kami.

Kami numpang dirumah saudara dan membongkar rumah kami karena di ancam ingin di bakar kami lalu pindah ketempat yang lebih baik menurut orang tua kami.

Kisah cintaku menjadi jodoh di negeri orang



Kisah cintaku menjadi jodoh di negeri orang

Pada suatu hari ada seorang gadis mengajak aku dan teman-teman kerumahnya dalam rangkan untuk merayakan hari ulang tahunnya yang ke 20 pada saat itu. Kebetulan baget memeng,! kami di undang untuk datang kerumahnya setelah shalat magrib bertepatan dengan malam minggu, kami ada sekitar 4 orang yang berangkat kerumahnya berada tidak jauh dari tempat kami tinggal.

Sesampai di rumahnya kami langsung dipersilahkan untuk masuk yang telah di sediakan makanan dan minuman. Didalam sudah ada beberapa temannya, dia yang bernama Ismi. Kami dipersilahkan makan setelah itu kami berbincang-bincang tentang kami dan tentang dia (Ismi).

Setelah itu kami pamit untuk kembali pulang ketempat asal kami heheh sesampai di tempat asal kami Ismi menelpon aku karena dia telah memiliki no hp aku. Disitu aku berbincang-bincang dengannya sampai beberapa hari terus seperti itu. Pada suatu malam dia menelpon dan mengatakan yang tidak aku duga, yaitu dia mengatakan bahwa dia suka dengan aku di mengatakan “I love you” buat aku.

Akupun kaget dan terdiam beberapa menit sehingga aku bertanya “kepadanya kenapa kamu suka kepada ku” apa alasannya jawab dia “karena kamu baik orangnya kamu tidak seperti orang yang lain yang pernah aku kenal”.

Akhirnya aku minta persetujuan kepada ibu angkat ku yang bernama ibu Wartik. Ku bertanyak “ibu ada cewek yang suka sama aku” bagaimana ibu? Jawab ibu? Ya gk apa-apa asalkan dia baik tidak menganggu proses kamu dalam belajar. Jawab ku? “iya bu”.

Akhirnya aku terima cintanya, dan kami menjalankan hubungan dari hari-kehari belum ada masalah dalam hubungan, hingga meranjak kebulan disitu lah baru ada benih-benih permasalahan yang yang tumbuh dalam hubungan kami. Terus beranjak ketahun ada masalah terselesaikan dan timbul masalah baru sepereti itu terus.

Akhirnya hubungan kami bertahan menjadi 2 tahun, sudah saling mengerti antara satu dan yang lainnya setiap ada masalah kami hadapi bersama baik itu bertengkar, cemburu, saling kagen, dan kepingin ketemu terus dan lain-lainnya. Itu semua kami lewati bersama hingga dimana kami melanjutkan hubungan ini menjadi hubungan yang lebih erat yaitu meranjak kepada jenjang yang lebih tinggi pernikahan.

Aku terus bersyukur memiliki seorang kekasih seperti dia yang mengerti apa adanya bukan apa maunya. Kalau apa maunya tidak mungkin sampai ada jenjang yang tertinggi pernikahan. Semoga kami terus dilindungi oleh yang maha kuasa, dan diberikan Rahman dan hidayahnya kepada kami amiin.


kisah seorang mahasiswa

Kisah Seorang Mahasiswa
Tugas kuliahku

Pada suatu malam dimana kebiasaan seorang mahasiswa bagun pada malam yang dingin sejuk dan diginnya tembus sampai ketulang dia memguatkan dirinya untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah dengan mahasiswa lainya dikarenakan dia tinggal pesantren. Siapakah gerangan anak itu? dia adalah seorang mahasiswa yang bernama Baim.

Menjelang pukul 06.00 pagi Boim dihampiri oleh seorang dosen dikarenakan dia telah melakukan pelanggaran dalam halaqoh tidak hadir. Maka dosen tersebut menanyakan kepada Boim “Kenapa tidak ikut halaqoh?” jawab Boim “sakit perut ust” lalu ust tersebut memberikan hukuman kapadanya untuk  menulis aL-Qur’an 5 halaman setara dengan setengah juz di karenakan dia sering tidak ikut halaqoh.

Lalu ia kembali ke kamarnya dan memikirkan kenapa saya begitu banyak hukuman yang diberikan kepadanku. Ia tetap semangat berusaha untuk menulis aL-Qur’an tersebut dalam rangka untuk menyelesaikan hukumannya.

Disamping hukuman tersebut ia juga lagi menjalankan tugas menyelesaikan skripsi untuk menghadapai ujian dalam beberapa minggu yang akan datang akhirnya hukumannya tertunya untuk dia kerjakan. Setiap ada ust yang datang kekamarnya dia pasti menghindar darinya di karenakan dia belum menyelesaikan tulisan aL-Qur’an tersebut sebagai hukumannya.

Pada suatu pagi dihari libur dia lagi istirahat tiba-tiba datang seorang ust bertanya kepadanya? “Bagaimana hukuman yang saya suru tulis aL-Qur’an sudah selesai?” jawab Baim? “Belum ust” saya lagi sibuk mengurusin skripsi saya. Tidak disangka tiba-tiba ust tersebut mangatakan. “kalau kamu sibuk dengan urusan skripsimu saya akan bertindak lebih lanjut” kata ust tersebut. Baim kaget kenapa dia mengatakan seperti itu mungkin dia marah matanya, dan ust tersebut langsung pergi meningalkan asrama atau kamar.

Keesokkan harinya datang lah sepucuk surat dari ust, Baim kaget dengan kedatangan surat tersebut dari seorang mahasiswa yang bekerja di kantor perkuliyahan, mahasiswa tersebut memberikan surat kepada Baim. Dalam kekagetan tersebut Baim masih berpikir positif, karena tidak mungkin ust sekejam itu.

Akhirnya Baim membuka surat tersebut alangkah kagetnya karena surat terserbut meminta saudara Baim untuk rapat bersama ust-ust di ruanga rapat yang dilaksanakan di kantor mahasiswa terserbut. Dengan kegelisahan yang dia dapat dari surat tersebut dia tidak dapat berpikir apa-apa akhirnya tidar dari malam sampai pagi lagi dan meninggalkan shalat subuh.

Sekitar jam 09.00 di dipangil oleh petugas kantor untuk hadir dalam acara rapat tersebut walaupun dalam keadaan gelisah dia hadir. Setelah selesai rapat dia curhat kepada kami bahwa saya di DO oleh ust hanya satu orang ust saja yang memebela saya di saat saya dalam ruangan rapat. Terima kasih kepada ust yang telah membela saya disaat itu.




tersenyumlah

Senyum bukanlah simbul dari muka saja yang menebarkan senyuman kepada setiap orang akan tetapi senyum akan menentukan bagaimana suasana hati dalam menjalankan hidup. Senyum adalah yang terpenting dalam kehidupan manusia karena senyum memiliki manfaat yang sangat besar dalam hidup walaupun senyum itu terlihat sepeli atau bisa kita bilang kelihatanya sangat tidak berguna.

Terkadang dalam kehidupan kita khususnya timbul rasa malas atau engan untuk memberikan senyuman kepada orang yang ada di dekat kita baik saudara kita, tetangga kita maupun orang lain yang lalulalang di sekitar kita. Karena begitu banyaknya permasalahan yang kita hadapai dari bagun tidur samapai tidur lagi sehingga masalah tersebut membawa kita tidak semanggat dalam hidup khususnya.

Banyak kita melihat orang dalam memberikan senyuman kepada temannya atau kerabatnya di saat dia memndapatkan apa yang dia inginkan, sehingga membuat dia bahagia dan tentunya hatinya senang dan nyaman sehingga dia dapat memberikan senyuman yang indah mempesona. Banyak juga yang kita dapatkan orang yang dulunya disaat dia mendapatkan apa yang dia inginkan atau bisa kita bilang kesuksesan karena dia sangat mudah untuk tersenyum bagaimana jikalau dia mendapatkan kesusahan sehingga dia tidak dapat untuk memberikan senyuman tersebut.

Baiklah mulai sekarang kita akan belajar senyum karena senyuman banyak memberikan arti yang positif dalam dalam kehidupan ini.
Senyun juga dapat mengukapkan arti yang bagus walaupun tidak mengunakan kata-kata yang terucap dari bibir tersebut manis tersebut.
Senyum juga dapat memperlihatkan kita sebagai orang yang PD pecaya diri dan banyak teman yang menyukainya.
Senyum juga dapat memperlihatkan kita sebagai orang yang yang bahagia dan terbuka dengan orang lain.

Senyum itu dapat membuat kita semangat dan memiliki kekuatan dalam menlankan hidup ini. Oleh karena itu berikan senyuman manis mu kepada orang di sekitar kamu dengan senyuman dari hati yang bersih dan tulus karena senyuman itu tidak perlu dibayar dengan uang akan tetapi senyuman itu gratis dan lagian mendapatkan pahala bagi orang muslim dalam memberikan senyuman kepada saudaranya. Berilah senyman walau anda dalam keadaan sulit atau dalam keadaan sedih, kepada orang sekitar anda.

TERSENYUMLAH

Sumber:http://www.kompasiana.com/www.kompasiana.purba/arti-pentingnya-sebuah-senyuman_54f7f8e4a33311d4178b4b86

Peran dakwah masjid cheng hoo dalam membina mualaf

Percobaan Pembuatan Power Point

Pengetian Hadis Qudsi

A.    Pengertian hadis qudsi
Hadis mempunyai beberapa sinonim, menurut para pakar ilmu hadis yaitu sunnah, khabar, dan atsar.[1] Dan hadis menurut istilah adalah sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi SAW yang berupa perkataan, perbuatan, pengakuan, dan sifat.[2] Qudsi di dalam Kamus al Munawwir artinya suci. Dinamakan qudsi karena ia bersumber dari Allah yang maha suci. Kata qudsi sekalipun diartikan suci hanya merupakan sifat bagi hadis. Jadi hadis qudsi adalah segala ucapan yang nabi sandarkan kepada Allah dan menceritakanya dari-Nya.[3] Dalam kata lain menurut at-Tibi hadis qudsi adalah sesuatu yang dikehendaki Allah untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui ilham atau mimpi. Kemudian, Nabi SAW menyampaikan kepada umatnya menurut susunan bahasanya sendiri dengan menyandarkanya kepada Allah SWT. Dan Hadis Qudsi sering disebut juga Hadis Rabbani atau Hadis Ilahi.[4]
B.     Perbedaan Al-qur’an dan hadis qudsi
Yang paling sering terdengar di telinga kita adalah Hadits dari Nabi Saw. Mungkin kita jarang mendengar apa sih Hadits Qudsi itu. Hadits Qudsi adalah hadits yang lafazhnya berasal dari Nabi Saw, namun maknanya berasal dari Allah Swt.
Al-Quran termasuk Kalamullah, namun terdapat perbedaan antara Al-Quran dan Hadits Qudsi. Beberapa perbedaannya di antaranya adalah
1.      Ketika seseorang membaca Hadits Qudsi hanya sekedar membaca, maka hal tesebut tidak dianggap sebagai ibadah kepada Allah Ta’ala. Berbeda dengan Al-Quran yang jika dibaca, maka setiap huruf akan diganjar pahala. Dan setiap hurufnya akan dibalas dengan 10 kebaikan.
2.      Allah Ta’ala menantang siapa saja yang mampu membuat tandingan semisal Al-Quran. Dan hal ini tidak dijumpai pada Hadits Qudsi.
3.      Al-Quran Allah sendiri yang menjaga keshahihannya dan keontetikannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesunggungnya Kami lah yang menurunkan Al-Quran, dan Kami pula yang akan menjaganya.” (QS: Al-Hijr: 9) Dan Hadits Qudsi berbeda dengan Al-Quran, boleh jadi Hadits Qudsi tersebut mempunyai derajat yang shahih, hasan, bahkan ada yang dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu). Di dalam Hadits Qudsi juga terdapat tambahan/pengurangan riwayat, dan tambahan/pengurangan riwayat tidak mungkin dijumpai dalam Al-Quran.
4.      Jika kita mengutip Al-Quran dalam bahasa Arab, maka kita tidak boleh mengutipnya hanya dengan makna. Jadi harus sesuai dengan apa yang ada di dalam mushaf. Hal ini merupakan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Sedangkan untuk Hadits Qudsi, maka boleh menukilnya dengan makna saja. Dan mayoritsa ‘ulama membolehkannya.
5.      Al-Quran disyari’atkan dibaca di dalama shalat, dan shalat tidak akan sah jika tanpa bacaan Al-Quran (misalnya surah Al-Fatihah). Dan hal ini berbeda dengan Hadits Qudsi.
6.      Mushaf Al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang yang dalam keadaan suci (telah berwudhu’). Berbeda dengan Hadits Qudsi yang jika dikumpulkan menjadi suatu buku, maka boleh menyentuhnya meskipun dalam keadaan belum berwudhu’.
7.      Al-Quran tidak boleh dibaca seseorang yang sedang dalam keadaan junub (berhadats besar). Ia hanya boleh membacanya ketika telah mandi junub (mandi wajib), atas pendapat yang paling kuat. Dan hal ini berbeda dengan Hadits Qudsi.
8.      Al-Quran berasal dari periwatan yang sangat valid, pasti, dan diyakini kebenarannya. Siapa saja yang mengingkari 1 huruf saja di dalam Al-Quran, maka ia dihukumi kafir karena perbuatannya. Berbeda dengan Hadits Qudsi jika mengingkarinya karena menganggap hadits tersebut tidak shahih, maka tidak bisa dihukumi kafir. Namun hal ini bisa menjadi kafir apabila ia mengingkarinya dalam keadaan berilmu, kemudian mendustakannya, padahal itu shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari 4 segi yaitu segi bahasa dan makna, periwayatan, kemukjizatan, dan nilai membacanya.
1.       Perbedaan dari segi bahasa dan makna adalah sebagai berikut:
a.       Al-Qur’an bahasa dan maknanya langsung dari Allah SWT.
b.      Hadis Qudsi maknanya dari Allah SWT. Bahasanya dari Nabi SAW.
2.       Perbedaan dari segi periwayatan adalah sebagai berikut:
a.       Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja.
b.      Sedangkan selain Al-Qur’an boleh.
3.       Perbedaan dari segi kemukjizatan adalah sebagai berikut:
a.        Al-Qur’an baik lafal dan maknanya merupakan mukjizat.
b.        Hadis Qudsi bukan merupakan mukjizat.
4.       Perbedaan dari segi nilai membacanya adalah sebagai berikut:
a.       Al-Qur’an diperintahkan untuk dibaca, baik pada waktu shalat maupun di luarnya sebagai ibadah, baik orang yang membacanya itu mengerti maksudnya atau tidak.
b.      Hadis Qudsi dilarang dibaca ketika shalat dan membacanya tidak bernilai ibadah. Yang terpenting dalam hadis adalah untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan.
C. Persamaan Hadis Qudsi dan Al-Qur’an
Assayid Ahmad bin Mubarok –Rohimahu Allahu Ta’ala- di Ibriz berkata: “saya bertanya kepadanya- maksudnya kepada ustadznya Assayid Abdul Aziz Addibagh- tentang masalah ini. Yang kami simpulkan bahwa persamaan hadis qudsi dan al-Quran adalah bahwa semuanya keluar dari antara dua bibir maksudnya mulut Nabi Muhammad Saw. Dan semuanya mengandung anwar (cahaya-cahaya) dari anwarnya Nabi Muhammad Saw. Beliau juga menambahkan bahwa semua yang Nabi Saw katakan adalah wahyu.[5]

Antara Hidayatullah dan Ikhwanul Muslimin

MAKALAH
WAWASAN PERGERAKAN ISLAM
“Antara Hidayatullah dan Ikhwanul Muslimin”
Dosen: Drs. Mohamad Nur Fuad, M.A



Oleh:
Yandri syafi'i
Prodi: Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
Jurusan: Tarbiyah

STAI Luqman Al-Hakim Hidayatullah Surabaya T.A 2014/2015
Latar Belakang
A.    Hidayatullah
Hidayatullah adalah salah satu Ormas islam yang ada di Indonesia sebagaimana NU (Nahdatul Ulama) dan Muhammadiyah. Hidayatullah sendiri didirikan pada tanggal 17 Januari 1973 / 2 Dzulhijjah 1392 H di Balikpapan dalam bentuk yayasan sebuah pesantren, oleh Ust. Abdullah Said (alm). Dari sebuah bentuk pesantren, Hidayatullah kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah di seluruh provinsi di Indonesia. Melalui Musyawarah Nasional I pada tanggal 9–13 Juli 2000 di Balikpapan, Hidayatullah mengubah bentuk organisasinya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas), dan menyatakan diri sebagai gerakan perjuangan Islam (Al-Harakah al-Jihadiyah al-Islamiyah) dengan dakwah dan tarbiyah sebagai program utamanya.
Latar belakang didirikannya pesantren Hidayatullah secara garis besar,
terdiri dari 5 faktor, yaitu:
1.      Ingin mengamalkan islam secara utuh dan nyata sebagai kebutuhan dunia modern sekarang ini.
2.      Posis dan kualitasi umat islam diseluruh dunia sangat tidak menguntungkan.
3.      Harga dan nilai benda terlalu tinggi melebihi segalanya, jadi ancaman serius
4.      Ibadah ritual yang rutin kehilangan pamor, jadi hampa dan hambar.
5.      Dekadensi moral yang begitu bengis menjadi ancaman generasi muda.
Sebagai organisasi massa, keanggotaan Hidayatullah bersifat terbuka, demikian pula misi, visi, dan konsep dasar gerakannya. Hidayatullah menjadikan amal-amal usahanya bersifat otonom, dan berfungsi sebagai basis pendidikan dan perkaderan.
Hidayatullah merupakan wadah bagi komponen ummat Islam yang ingin mewujudkan idealismenya membangun masyarakat Islami dengan mengacu kepada metode/manhaj nubuwwah. Hidayatullah berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mutlak, karena itu segala urusan dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Agenda utama Hidayatullah adalah; pelurusan masalah aqidah, imamah dan jamaah (tajdid); pencerahan kesadaran (tilawatu ayatillah); pembersihan jiwa (tazkiyatun-nufus); pengajaran dan pendidikan (ta’limatul-kitab wal-hikmah) menuju lahirnya kepemimpinan dan ummat terbaik.
B.     Ikhwanul Muslimin
Ikhwanul Muslimin adalah salah satu jamaah dari umat Islam yang mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Islam, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya. keyakinan yang bersih, pemahaman yang benar yang sesuai fikrahnya, syariah yang mengatur kehidupan sehari-hari dan juga dalam berpolitik.
Mereka berdakwah kepada Allah. Yang berlandaskan firman Allah Taala:

äí÷Š$#4n<Î)È@Î6yy7În/uÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ÏpsàÏãöqyJø9$#urÏpuZ|¡ptø:$#(Oßgø9Ï»y_urÓÉL©9$$Î/}Ïdß`|¡ômr&4¨bÎ)y7­/uuqèdÞOn=ôãr&`yJÎ/¨@|Ê`tã¾Ï&Î#Î6y(uqèdurÞOn=ôãr&tûïÏtGôgßJø9$$Î/ÇÊËÎÈ


Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (Q.S An-Nahl:125)

Ikhwanul Muslim didirikan oleh Hasan Al-Banna karena keperihatinannyaatas kondisi keimanan umat islam, jauh dari keimanan dan dijajah oleh para penguasa yang dzalim. Hasan Al-Banna sendiri adalah seorang Ulama sekaligus guru di Universitas Dar’al-Ulum, kairo. Beliau mengajar ilmu fiqih, tauhid, nahwu, hifdzil Qur’an, dan ilmu-ilmu lainnya. Beliau pun sering meluncurkan tulisan-tulisan yang bersumber dari hasil ceramah-ceramahnya, maupun kritik-kritiknya atas  pemerintahan Mesir. Diantara karya-karyanya adalah Allah fi al-‘Aqiqah al-Islamiyah (Allah menurut aqiqah islam), Ila al-Thulab ( Kepada para mahasiswa), Risalah al-‘Aqaidh ( Risalah akidah, dan masih banyak lagi karya-karya beliau yang ditulis oleh anggota Ikhwanul Muslim.
Pada bulan dzulhijah 1346 H (Maret 1928), Hasan Al-Banna didatangi oleh beberapa orang. Mereka adalah Hafidz Abdul Hamid, Ahmad Al-Husyairi, Fuad Ibrahim Ismail Izz, Al-Maghriby, dan Abdurrahman Hasbullah. Mereka menyatakan kesetiaan mereka kepada Al-Banna dan bermaksud menggabungkan diri kedalam sebuah perkumpulan yang dipimpin oleh Hasan Al-Banna. Dari pertemuan tersebut dimusyawarahkan nama sebuah organisasi, yang pada akhirnya disepakati menggunakan nama Ikhwanul Muslim. Dengan nama tersebut dimaksudkan agar mereka dapat bersatu padu dalam sebuah ikatan tali persaudaraan yang semata-mata mengabdi pada islam.
Tujuan pendirian
      A.     Hidayatullah
Nama Hidayatullah sendiri awalnya menggunakan nama: “Pondok Pesantren Pangeran Hidayatullah”, seperti yang terpampang di depan rumah Haji Muhammad Rasyid.  Papan nama ini cukup menantang  untuk membuka mata masyarakat Balikpapan bahwa di kota ini akan didirikan sebuah Pondok Pesntren yang pertama. Sengaja mengambil nama dari salah seorang Pahlawan Kalimantan, Pangeran Hidayatullah untuk menarik perhatian masyarakat Kalimantan. Namun setelah Buya Malik Ahmad memberi kritikan ketika bertamu bahwa nama ini terlalu kedaerahan. Tidak sesuai dengan cita-citamu yang ingin  mengembangkannya keluar daerah Kalimantan ini. Pakai Hidayatullah saja. Akhirnya Ustadz Abdullah Said segera mencabut papan nama itu  dan mengganti dengan nama “Pondok Pesantren Hidayatullah”.
Tujuan didirikannya Ormas hidayatullah adalah untuk Membangun peradaban Islam yan dimulai dari pesantren-pesantren yang menjadi benteng perlindungan dan pertahanan umat islam dari serbuan budaya asing yang mengganas selama ini dan melalui pesantren, keperibadian bangsa indonesia yang mayoritas umat islam akan tetap terpelihara dan terjaga.
Dalam situs Hidayatullah.or.id dijelaskan Visi misi Hidayatullah tahun 2005-2010:
Visi
“Menjadi organisasi tingkat nasional yang unggul dan berpengaruh, didukung jaringan yang loyal dan berkualitas”.
       Misi
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM.
2. Mengintensifkan pelayanan ummat melalui aktivitas pendidikan dan dakwah
3. Mewujudkan kemandirian ekonomi
4. Mendorong penegakan Islam pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.

     B.     Ikhwanul Muslimin
Dari segi bahasa, Ikhwanul Muslim berasal dari dua  lafadz yaitu al-ikhwal yang merupakan bentuk jamak dari al-akh’ saudara atau persaudaraan sedangkan al-Muslimin yang merupakan  bentuk jamak dari muslimin yaitu orang-orang yang beagama islam atau atau orang-orang yang berserah diri, patuh, dan tunduk kepada Allah agar selamat dan sejahtera didunia dan akhirat.
Kehadiran Ikhwanul Muslim tidak terlepas dari kondisi masyarakat mesir yang kurang peduli terhadap pudarnya nilai-nilai islam. Para ulama tradisional di mesir, dinilai kurang dapat berbuat banyak untuk menghentikan kaum modernis, disamping mencela terhadap masalah bid’ah.
Faktor lain yang melatar belakangi berdirinya Ikhwanul Muslimin, yaitu masalah kekacauan dalam bidang pendidikan.
Dalam buku  Risalah pergerakan Ikhwanul Muslimin tujuan pendirian Ikhwanul Muslimin adalah untuk melakukan ishlahulumah (perbaikan masyarakat) dan tercermin didalamnya setiap unsur dari berbagai pemikirandalam rangka perbaikan. Ada delapan hal yang menjadi tujuan Ikhwanul Muslimin, yaitu:
1.      Dakwah salafiyah: karena mereka berdakwah untuk engajak kembali (kepada islam) kepada sumernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasulnya.
2.      Thariqah suniyah: karena mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci- khusus masalah akidah dan ibadah- semaksimal mugkin sesuai kemampuan mereka.
3.      Hakikat shufiyah: karena memahami bahwa aspek kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati, kontinyunitas amal, berpaling dari ketergantungan kepada mahluk, mahabbah fillah dan keterikatan kepada kebaikan.
4.      Hai’ah siyasiah: karena mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan, meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negri, mentarbiyah bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga idenditasnya.
5.      Jama’ah riyadhiyah: karena mereka sangat memprhatikan masalah fisik, dan memahami benar akan sabda Rasulullah saw seorang mukmin yang kuat lebih disenangi Allah dari pada muslim yang lemah.
6.      Rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah: karena islam menjadikan Thalabul ‘ilmi sebagai kewajiban setiap muslim dan muslimah.
7.      Syirkah iqtishadiyah: karena islam sangat memperhatikan perolehan harta dan pendistribusiannya.
8.      Fikrah ijtima’iyah: karena mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada didalam masyarakat islam dan berusaha mentrapi dan  berusaha mentrapi dan mengobatinya.
Konsep Pengkaderan
          A.    Hidayatullah
Konsep pengkaderan yang dilakukan oleh Hidayatullah terhadap para santri/kader-kadernya adalah melalui konsep Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) yang tergambar dalam bentuk 5 surah yaitu: Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muzammil, Al-Muddatsir, Al-Fatihah yang di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Abdullah Said adalah pencetus manhaj SNW, beliau selalu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai tolok ukur didalam menilai keberhasilan yang dicapai. Sehingga perjalanan kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammadlah yang selalu menjadi standarnya. Pertanyaan yang selalu menyeruak dalam benaknya, “Mengapa Nabi Muhammad begitu cepat mencapai hasil sedang kita tidak. Dalam jangka hanya 23 tahun Nabi betul-betul dapat merampungkan hal-hal yang mendasar dalam perjuangan. Berhasil merubah peta sejarah. Berhasail merombak kultur jahili menjadi kultur islami. Kita sudah berapa kali 23 tahun, belum ada perubahan yang signifikan ke arah perbaikan yang kita buat. Padahal kalau berbicara tentang konsep perjuangan, bukankah Al-Qur’an yang digunakan Nabi Muhammad SAW masih itu juga yang ada sekarang? Tanpa perubahan sedikitpun. Kalau soal berpedoman kepada Al-Qur’an semua lembaga perjuangan Islam mengaku Al-Qur’an sebagai pedomannya. Lalu dimana letak masalahnya ?”
Ustadz Abdullah Said akhirnya mengambil kesimpulan sendiri bahwa rupanya letak kekeliruannya adalah pada cara mempelajari Al-Qur'an. Mungkin karena kita mempelajari Al-Qur’an tidak berdasarkan urut-urutan turunnya. Sehingga cara kita menyelami Al-Qur'an tidak sistimatis.
Ust. Abdullah said membagi Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) kedalam dua kondisi yaitu kondisi pra-wahyu dan kondisi turunnya wahyu. Kondisi pra-wahyu diantaranya adalah yatim, keyatiman untuk pendidikan, mengembala, berdagang, ber-Khadijah, ber-Gua Hira’ sedangkan kondisi wahyu adalah 5 surah tersebut.


           B.     Ikhwanul Muslimin
konsep pengkaderan Ikhwanul Muslimin  berlandaskan pada kelima Doktrin mereka yaitu (1) Allah tujuan kami, (2)Rasulullah teladan kami, (3) Al-Qur’an undang-undang kami, (4)Jihad adalah perjuangan kami dan (5)Syahid dijalan Allah adalah cita luhur kami. Inilah yang dijadikan dasar dalam perjuangan baik dibidang politik, sosial, ekonomi,kebudayaan maupun pendidikan. Dasar dari pendidikan, konsep, akhlaq, fadhail, undang-undang, sistem, jaminan, nilai-nilai, dan perbaikan adalah Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya yang jika keduanya dipegang oleh umat maka tidak akan sesat selamanya.
Islam menurut pemahaman Al-Ikhwanul Muslimun adalah sistem yang mengatur segala urusan kehidupan berbangsa dan bernegara, mengatur hajat hidup manusia sepanjang masa, waktu dan tempat. Islam lebih sempurna dan lebih mulia dibanding perhiasan kehidupan dunia, khususnya pada masalah duniawi, karena Islam meletakkan kaidah-kaidah secara sempurna pada setiap bagiannya, memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dijadikan sebagai manhajul hayat (life style), dipraktekkan dan selalu berada di atas relnya.
Jika shalat merupakan tiang agama, maka al-jihad adalah puncak kemuliaannya, Allah adalah tujuan, Rasul adalah teladan, pemimpin dan panutan, sedangkan mati di jalan Allah adalah cita-cita yang paling mulia.
Persamaan dan Perbedaan Hidayatullah dengan Ikhwanul Muslimin
Persamaan dari setiap Harokah Islam adalah mereka menginginkan agar kalimat Tauhid tegak dimuka bumi, nabi Rasulullah saw di jadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana Doktrin Ikhwanul Muslimin yaitu: (1) Allah tujuan kami, (2)Rasulullah teladan kami, (3) Al-Qur’an undang-undang kami, (4)Jihad adalah perjuangan kami dan (5)Syahid dijalan Allah adalah cita luhur kami.
Akan tetapi setelah saya membaca buku mengenai tokoh pendiri Hidayatullah dan Ikhwanul Muslimin ada pola pikir mereka yang sangat menarik, yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mereka berfikir untuk membuat sesuatu yang orang lain, jarang lakukan. Seperti Ust. Abdullah said yang berdakwah didaerah pedalaman disaat marak-maraknya para mubaligh yang berdakwah dilayar kaya televisi. Tanpa mengenal lelah dan rasa takut akan kehidupannya didaerah yang jauh dari perkotaan dan jauh dari listrik. Hasan Al-Banna pendiri Harokah Ikhwanul Muslimin, yang berdakwah dikafe-kafe disaat banyak para ulama yang berdakwah di atas mimbar dan jarang yang terjun langsung kelapangan.
Sedangkan perbedaan Hidayatullah dengan Ikhwanul Muslimin adalah dari sisi pengkaderan dan cara mereka berdakwah adalah Hidayatullah berdakwah melalui pembangunan pesantren-pesantren yang menjadi basis kekuatan umat dan menjadikannya sebagai pembentukan peradaban islam walaupun dalam bentuk minimalis, yang nantinya segala nilai-nilai islam diterapkan. Dipesanteren itu pula pembinaan kader-kader Dai dilakukan, yang mana nantinya para Dai tersebuat akan diterjunkan langsung kedaerah-daerah pedalaman yang hanya berbekal ridho Allah swt. Sedangkan ikhwanul muslimin berdakwahnya dipusatkan didaerah perkotaan dan instansi-instansi pemerintahan, mereka mengajak setiap orang islam untuk ikut serta berpartisipasi dalam membangun peradabab islam.
Sedangkan dilihat jangkauan dakwahnya Hidayatullah berdakwah masih sebatas daerah regional atau masih di Indonesia, sedangkan Ikhwanul Muslimin jangkauan dakwahnya sudah Internasional.

 

Absen Pendatang